Showing posts with label PASAR MODAL. Show all posts
Showing posts with label PASAR MODAL. Show all posts

ANALISA FUNDAMENTAL



Analisa fundamental dibagi dalam tiga tahapan analisa yaitu:
Analisis ekonomi
Analisis industri
Analisis perusahaan


Analisa fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Analisa ini menitikberatkan pada rasio finansial dan kejadian-kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.
Sebagian pakar berpendapat teknik analisa fundamental lebih cocok untuk membuat keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka panjang.

Analisa fundamental dibagi dalam tiga tahapan analisa yaitu:
analisis ekonomi, analisis industri, dan analisis perusahaan.

ANALISA FUNDAMENTAL
dengan analisa keuangan
Secara umum, analisis fundamental bisa dilakukan dengan teknik rasio keuangan
Rasio laba terhadap saham yang beredar (earning per share- EPS)
Rasio pertumbuhan EPS
Rasio harga saham terhadap laba per lembar saham (price earning ratio)
Rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba perseroan (price earning growth ratio)
Rasio harga saham terhadap penjualan (price/sales ratio)
Rasio harga saham terhadap nilai buku (price book value)
Rasio hutang perseroan (debt ratio)
Margin pendapatan bersih (net profit margin)

Jenis Efek Beragun Aset :




Pasar modal di Indonesia terdiri dari pasar perdana dan pasar sekunder.

a. Pasar Perdana
Merupakan pasar dimana efek diperdagangkan untuk pertama kalinya, sebelum dicatatkan di Bursa Efek. Di sini, saham dan efek lainnya untuk pertama kalinya ditawarkan kepada investor oleh pihak Penjamin Emisi (Underwriter) melalui Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer) yang bertindak sebagai Agen penjual saham. Proses ini biasa disebut dengan Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering / IPO).

b. Pasar Sekunder
Merupakan pasar dimana efek yang telah tercatat di Bursa Efek diperdagangkan. Pasar Sekunder memberikan kesempatan kepada para investor untuk membeli atau menjual efek-
efek yang tercatat di Bursa.

Saham diperdagangkan pada hari bursa sebagai berikut :

INDEKS HARGA SAHAM
Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar, artinya pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu. Dengan adanya indeks, kita dapat mengetahui trend pergerakan harga saham saat ini.

Di Bursa Efek Indonesia terdapat berbagai jenis indeks, antara lain:
Indeks Individual, menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap harga dasarnya, atau indeks masing-masing saham yang tercatat di BEI.

Indeks Harga Saham Sektoral, yaitu: pertanian, pertambangan, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa, dan manufaktur.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG (composite stock price index).
Indeks LQ 45, yaitu indeks yang terdiri 45 saham pilihan dengan mengacu kepada 2 variabel yaitu likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Setiap 6 bulan terdapat saham-saham baru yang masuk kedalam LQ 45 tersebut.
Indeks Syariah atau JII (Jakarta Islamic Index). JII merupakan indeks yang terdiri 30 saham mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks yang berdasarkan syariah Islam.
Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan. Yaitu indeks harga saham yang secara khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.

Beberapa instrumen derivatif




Future contract
Perjanjian yang mewajibkan pihak-pihak dalam perjanjian untuk membeli atau menjual sesuatu pada waktu tertentu dimasa yang akan datang pada harga yang telah ditetapkan.
perjanjiannya terstandarisasi (waktu dan kualitas pengirimannya). diperdagangkan di bursa yang terorganisasi, market to market. terdapat peranan clearing house.

Forward Contract
Perjanjian serupa future contract yang tidak terstandarisasi. Tidak selalu diperdagangkan di bursa, negotiable, dan tidak ada peranan clearing house.

Option on Futures
Option contracts yang menggunakan futures contracts sebagai underlying asset nya.

Swap
Suatu perjanjian dimana dua pihak setuju untuk saling melakukan tukar menukar pembayaran secara periodik. Cash flow yang diterima kedua pihak bergantung pada nilai dari jenis aset yang dipertukarkan (mis. Instrumen hutang atau valas).
Jenis-jenis swap : interest rate swap, equity swap, currency swap.

Option
Suatu kontrak dimana si penerbit/penulis memberikan hak kepada pembeli opsi hak, bukan kewajiban, untuk membeli dari atau menjual kepada penerbit sesuatu pada harga tertentu dalam periode waktu tertentu. Pembeli mempunyai pilihan untuk menjual/membeli, tetapi penerbit mempunyai kewajiban memenuhi pilihan pembeli.

Harga opsi adalah sejumlah tertentu yang harus dibayar pembeli opsi untuk kompensasi pemberian hak.

Call option adalah hak membeli instrumen yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Put option adalah hak menjual instrumen yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Resiko investasi obligasi



  1. Resiko tingkat bunga pasar
  2. Resiko daya beli
  3. Resiko wanprestasi
  4. Resiko likuiditas
  5. Resiko jangka waktu jatuh tempo
  6. Resiko mata uang
  7. Resiko call
  8. Resiko politik
  9. Resiko sektor industry

Hal penting dalam investasi obligasi



a. Jatuh tempo obligasi
b. Jenis bunga
c. Jenis obligasi
d. Sifat-sifat khusus obligasi
e. Credit rating
f. Redemption dan Retirement
g. Resiko investasi

Obligasi berdasarkan sifat convertible



• Convertible Bond/ Exchangable Bond (obligasi konversi)
Obligasi jenis ini dapat ditukarkan dengan saham, baik saham penerbit obligasi sendiri (convertible bond) maupun saham perseroan lain yang dimiliki penerbit obligasi (exchangable bond).
• Non-Convertible Bond (obligasi non konversi)
Obligasi ini merupakan obligasi yang tidak dapat dikonversi menjadi saham.

Jenis obligasi berdasarkan Callable



Callable Bond
Obligasi yang dapat dibeli kembali oleh penerbitnya sebelum obligasi tersebut jatuh tempo.
Non Callable Bond
Penerbit obligasi ini tidak dapat membeli kembali obligasi yang diterbitkannya sebelum obligasi tersebut jatuh tempo.
Deferred Callable Bond
Obligasi ini merupakan kombinasi antara freely callable bond dengan non-callable bond.

Jenis obligasi berdasarkan rating



Investment Grade Bond
Non Investment Grade Bond

Jenis obligasi berdasar tempat penerbitan



• Domestic Bond (obligasi domestik)
• Foreign Bond (obligasi asing)
• Global Bond

Jenis obligasi berdasarkan jaminannya



Secured Bond (obligasi dengan jaminan)
Unsecured Bond (obligasi tanpa jaminan)


Jenis obligasi berdasarkan bunga



Coupon Bond
Obligasi yang bunganya dibayarkan secara periodic (triwulan, semesteran, tahunan).

Obligasi dengan bunga tetap (fixed rate bond)
Bunga pada obligasi ini ditetapkan pada awal penjualan obligasi dan tidak berubah sampai jatuh tempo.

Obligasi dengan bunga mengambang (floating rate bond)
Biasanya obligasi dengan bunga mengambang ini ditentukan relatif terhadap suatu patokan suku bunga.

Obligasi dengan bunga campuran (mixed rate bond)
Obligasi jenis ini merupakan gabungan dari obligasi dengan bunga tetap dan dengan bunga mengambang.

Zero Coupon Bond
Obligasi yang tidak mempunyai kupon. Investor tidak menerima bunga secara periodik, tetapi bunga dibayarkan sekaligus pada saat pembelian.

Risiko Investasi Saham



Capital Loss
Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. ABC yang di beli dengan harga Rp 3.000- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 2.000 per saham.

Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).

Keuntungan investor saham


Dividen
Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai - atau dapat pula berupa dividen saham

Capital Gain
Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

JENIS EFEK 2


Derivatif
Kontrak yang memberikan kepada pemegangnya kewajiban atau pilihan untuk menjual atau membeli suatu surat berharga (aset keuangan).

Unit Penyertaan KIK
Menurut UUPM pasal 1 angka 29 Unit Penyertaan KIK adalah satuan ukuran yang menunjukkan bagian kepentingan setiap pihak dalam portofolio investasi kolektif.

SAHAM
Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas Keuntungan investor saham.


JENIS EFEK



Obligasi
Surat berharga yang mewajibkan emiten untuk membayar sejumlah uang sebagai bunga sesuai interval waktu yang ditentukan serta membayar kembali pokok pinjaman pada saat jatuh tempo.

Saham
Bukti kepemilikan suatu perseroan yang merupakan klaim atas penghasilan dan aktiva perseroan.

Penjelasan Efek


Penjelasan UUPM Pasal 70 Ayat 2, pembinaan, pengaturan dan pengawasan efek berikut ini tidak dilaksanakan oleh Bapepam, untuk efek yang memiliki karakteristik sebagai berikut :

• Efek bersifat hutang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun
• Sertifikat deposito
• Polis asuransi
• Penawaran efek yang diterbitkan dan dijamin PemerintahIndonesia
• Penawaran efek lain yang ditetapkan oleh Bapepam


PENGETAHUAN EFEK


Menurut Undang-Undang Pasar Modal (UUPM) Pasal 1 angka 5, Efek adalah surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal, antara lain :
surat pengakuan hutang
surat berharga komersial
saham
obligasi
tanda bukti hutang
unit penyertaan kontrak investasi kolektif (Reksadana)
kontrak berjangka atas efek (Option)
setiap derivatif dari efek


Manfaat Pasar Modal



Bagi emiten (Perusahaan)
  • ·         Jumlah dana yang dapat dihimpun berjumlah besar.
  • ·         Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai.
  • ·  Tidak ada batasan (covenant) / sehingga manajemen dapat lebih bebas dalam pengelolaan dana/perusahaan.
  • ·         Tingkat solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra perusahaan.
  • ·         Ketergantungan emiten terhadap bank menjadi lebih  kecil.
    Bagi Investor
    Nilai investasi perkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan tersebut tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai kapital gain. Memperoleh dividen bagi mereka yang memiliki/memegang saham dan bunga yang mengambang bagi pemenang obligasi. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen yang mengurangi risiko.


PASAR MODAL





Adalah pasar untuk perdagangan instrumen keuangan jangka panjang yang bias diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana dan instrumen lainnya. Sebagai sumber pendanaan bagi lembaga perusahaan atau pemerintah dengan menerbitkan saham atau obligasi, selain juga bisa untuk investasi Instrumen yang di perdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right, reksa dana.